Subscribe Us

Do'a Sarah, Istri Nabi Ibrahim A.S.

*The Power of Doa*.
*Doa yang dibaca Sarah, Isteri Nabi Ibrahim, sehingga terhindar dari kejahatan pemerkosaan.*

Belakangan ini kita digegerkan dengan berita beberapa kasus pemerkosaan sadis dan biadab yang sangat tidak berperikemanusiaan. Selain memperkosa, pelaku juga membunuh korbannya dengan sadis. MasyaaAllah! Na'udzubillah min dzaalik!

Kebiadaban para pelaku pemerkosaan membuat geram siapa saja yang membaca/mengikuti beritanya, sehingga wacana kebiri para pelaku pun mengemuka.
Bapak Presiden kita mengatakan bahwa kondisi saat ini sudah merupakan *_darurat kejahatan seksual_* dan harus dibuatkan aturan khusus yang dapat membuat jera para pelakunya.

Sarah (سَارَةَ), isteri Nabi Ibrahim AS (‘AlaihisSalam), termasuk wanita tercantik di negerinya ketika itu. Suatu ketika Nabi Ibrahim dan Sarah masuk/lewat ke suatu desa dimana di desa tersebut terdapat Raja yang suka memaksa, Raja yang bengis, Raja dzolim dan bernafsu hewan terhadap wanita. Kecantikan Sarah didengar oleh Raja yang bejat akhlaknya tersebut.

Singkat cerita, Sarah dibawa ke istana untuk dijadikan pelampias nafsu hewan sang Raja.

Ketika di dalam kamar istana Raja, dan sang Raja sudah bersiap sedia melampiaskan nafsu hewannya, Sarah pun berdoa:

*اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ آمَنْتُ بِكَ وَبِرَسُولِكَ وَأَحْصَنْتُ فَرْجِي إِلَّا عَلَى زَوْجِي فَلَا تُسَلِّطْ عَلَيَّ الْكَافِرَ.* رواه البخاري

Allohumma in kuntu aamantu bika wabirosulika, wa ahsontu farji illa ‘ala zauji, falaa tusallith ‘alayyalkaafiro.
“Ya Allah, bahwasannya aku beriman kepadaMu dan kepada RasulMu dan aku menjaga kemaluanku kecuali untuk suamiku, maka janganlah Engkau kuasakan aku pada orang kafir ini”.

Akibat doa tersebut, seluruh tubuh sang Raja menjadi kaku dan dia tidak mampu bergerak mendekati Sarah, dan hal itu terjadi berulang-ulang.

Akhirnya sang Raja merasa ketakutan dan membebaskan Sarah kembali kepada suaminya tercinta Nabi Ibrahim 'AS.

Bahkan sang Raja memberi hadiah kepada Sarah dengan hadiah seorang hamba sahaya (budak) wanita yang bernama Hajar.   (HR. Al-Bukhari).

Kisah Sarah ini diceritakan dalam hadits. Bunyi Haditsnya secara lengkap sebagai berikut :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَاجَرَ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام بِسَارَةَ فَدَخَلَ بِهَا قَرْيَةً فِيهَا مَلِكٌ مِنْ الْمُلُوكِ أَوْ جَبَّارٌ مِنْ الْجَبَابِرَةِ فَقِيلَ دَخَلَ إِبْرَاهِيمُ بِامْرَأَةٍ هِيَ مِنْ أَحْسَنِ النِّسَاءِ فَأَرْسَلَ إِلَيْهِ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ مَنْ هَذِهِ الَّتِي مَعَكَ قَالَ أُخْتِي ثُمَّ رَجَعَ إِلَيْهَا فَقَالَ لَا تُكَذِّبِي حَدِيثِي فَإِنِّي أَخْبَرْتُهُمْ أَنَّكِ أُخْتِي وَاللَّهِ إِنْ عَلَى الْأَرْضِ مُؤْمِنٌ غَيْرِي وَغَيْرُكِ فَأَرْسَلَ بِهَا إِلَيْهِ فَقَامَ إِلَيْهَا فَقَامَتْ تَوَضَّأُ وَتُصَلِّي فَقَالَتْ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ آمَنْتُ بِكَ وَبِرَسُولِكَ وَأَحْصَنْتُ فَرْجِي إِلَّا عَلَى زَوْجِي فَلَا تُسَلِّطْ عَلَيَّ الْكَافِرَ فَغُطَّ حَتَّى رَكَضَ بِرِجْلِهِ
قَالَ الْأَعْرَجُ قَالَ أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَتْ اللَّهُمَّ إِنْ يَمُتْ يُقَالُ هِيَ قَتَلَتْهُ فَأُرْسِلَ ثُمَّ قَامَ إِلَيْهَا فَقَامَتْ تَوَضَّأُ تُصَلِّي وَتَقُولُ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ آمَنْتُ بِكَ وَبِرَسُولِكَ وَأَحْصَنْتُ فَرْجِي إِلَّا عَلَى زَوْجِي فَلَا تُسَلِّطْ عَلَيَّ هَذَا الْكَافِرَ
فَغُطَّ حَتَّى رَكَضَ بِرِجْلِهِ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ أَبُو سَلَمَةَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَقَالَتْ: اللَّهُمَّ إِنْ يَمُتْ فَيُقَالُ هِيَ قَتَلَتْهُ فَأُرْسِلَ فِي الثَّانِيَةِ أَوْ فِي الثَّالِثَةِ فَقَالَ وَاللَّهِ مَا أَرْسَلْتُمْ إِلَيَّ إِلَّا شَيْطَانًا ارْجِعُوهَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَأَعْطُوهَا آجَرَ فَرَجَعَتْ إِلَى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَام فَقَالَتْ أَشَعَرْتَ أَنَّ اللَّهَ كَبَتَ الْكَافِرَ وَأَخْدَمَ وَلِيدَةً. رواه البخاري

Artinya :
Dari Abu Hurairah Radliallahu ‘Anhu berkata; telah bersabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:
”(Suatu ketika) Nabi Ibrahim 'Alaihissalam berhijrah bersama isterinya yang bernama Sarah, lalu memasuki suatu desa yang di dalam desa itu ada seorang Raja dari beberapa Raja atau seorang yang pemaksa diantara para Raja yang suka memaksa. Dikatakan; Nabi Ibrahim datang bersama Sarah seorang wanita yang cantik (sebaik-baiknya wanita).
Lalu Nabi Ibrahim dipanggil kemudian ditanya: Wahai Ibrahim, siapakah wanita yang bersamamu itu?” Nabi Ibrahim berkata: “Dia adalah saudariku”. Nabi Ibrahim terpaksa berbohong karena kalau mengatakan yang sebenarnya bahwa Sarah adalah istrinya maka Ibrahim akan dibunuh oleh Raja tersebut).
Lalu Nabi Ibrahim kembali kepada Sarah dan berkata: “Janganlah kamu mendustakan perkataanku karena aku telah mengabarkan kepada mereka bahwa kamu adalah saudariku. Demi Allah sesungguhnya tidak ada orang beriman di tempat ini selain aku dan kamu”.
Kemudian Sarah dibawa menghadap raja untuk hidup bersamanya. Maka Sarah berwudhu’ lalu shalat seraya berdo’a: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa aku telah beriman kepadaMu dan kepada RasulMu dan aku memelihara kemaluanku kecuali untuk suamiku maka janganlah Engkau kuasakan aku dengan orang kafir ini”.
Maka tiba-tiba raja itu langkahnya terhenti hingga kakinya tidak menempel ke tanah selain ujung-ujung jari-jemari kakinya. 
Berkata Al A’raj, berkata Abu Salamah bin ‘Abdurrahman, sesungguhnya Abu Hurairah Radliallahu ‘Anhu berkata; Sarah berdo’a: “Ya Allah, seandainya dia mati nanti akan dikatakan bahwa wanita ini telah membunuhnya”.
Maka Sarah dibawa untuk kali kedua atau ketiga. Maka Raja itu berkata: “Demi Allah, tidaklah kalian membawa ke hadapanku melainkan syetan/jin.Kembalikanlah wanita itu kepada Ibrahim dan berikan dia upah".
Maka Sarah kembali kepada Ibrahim 'Alaihis Salam dengan selamat. Kemudian Nabi Ibrahim berkata: “Apakah kamu menyadari bahwa Allah telah menghinakan orang kafir itu dan memberikan seorang budak?"(hamba sahaya). (HR.Bukhari)

Itulah doa yang dibaca Sarah sehingga ia diselamatkan oleh Allah dari kejahatan pemerkosaan raja dzolim

*_Inilah tanda-tanda kerusakan akhir zaman_* dimana akhlaq manusia semakin bejat dengan makin rendahnya pemahaman agama, sementara sarana dan prasarana dosa dan maksiat merajalela dimana-mana.
Film yang tidak layak ditonton beredar dimana-mana, mudah diakses sehingga meracuni generasi muda bahkan anak-anak kecil yang masih bau kencur.

Kejadian upaya pemaksaan nafsu hewan ini sebenarnya sudah ada ribuan tahun yang lalu, seperti kisah Sarah Isteri nabi Ibrahim 'Alaihis Salam

Dari kisah Sarah kita dapat belajar bagaimana
*Dahsyatnya Doa (the power of Doa)*.

*_Doa adalah senjata ampuh orang mukmin_*

Untuk itu, marilah kita bentengi anak-anak kita dengan keimanan yang kuat dan ketaqwaan yang tinggi serta kita persenjatai anak-anak kita dengan doa-doa keselamatan

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua dan menjaga kita dari segala marabahaya. Aamiin,Aamiin,Aamiin YRA 🤲

Posting Komentar

0 Komentar