Sejarah Komputer - Birru . Net

A. APA ITU KOMPUTER?

 Secara harfiah, computer berasal dari Bahasa inggris computer. Computer sendiri berasal dari kata to compute

“ menghitung ” yang mendapat akhiran –er bermakna “alat atau orang yang melakukan ”. Dengan begitu, computer adalah alat atau orang yang melakukan kegiatan menghitung.

Secara istilah, komputer di kenal sebagai suatu alat elektronik yang berfungsi membantu tugas sehari-hari melalui operasi perhitungan dan logika yang telah diprogamkan kepadanya. Komputer itu pada hakikatnya adalah alat hitung. Jadi, berdasarkan fungsinya itu, komputer rupanya sejenis dengan jari, lidi-lidian, sempoa, dan kalkulator. Lantas apa perbedaanya? Perbedaanya adalah kapasitas, kecepatan, dan ukuran.

Istilah computer pertama kali digunakan pada tahun 1613. Istilah ini merujuk bukan pada alat, tetapi pada seseorang yang bertugas atau ahli dalam melakukan perhitungan. Penggunaan kata tersebut terus berlanjut hingga pertengahan abad 20, sebelum komputer elektronik pertama benar-benar terwujud. Sejak selesai dibangunnya komputer-komputer generasi pertama pada masa-masa perang dunia II, istilah computer mulai bergeser referennya ke “sebuah mesin”, bukan “seseorang”.

Kini, istilah komputer dikenal sebagai suatu alat elektronik digital yang mampu melakukan komputasi atau perhitungan dan mengaplikasikan kemampuan tersebut pada berbagai bidang yang dapat membantu tugas atau pekerjaan manusia. Disebut alat elektronik karena computer membutuhkan tenaga listrik agar dapat berfungsi. Digital, artinya computer melakukan perhitungan atau komputasi. Komputer membantu tugas atau pekerjaan manusia dengan melakukan perhitungan.

Memang, pada komputer modern yang kita kenal sekarang, komputer tidak melulu digunakan untuk berhitung. Komputer pun digunakan untuk mengetik dokumen atau tugas, menggambar rancangan mesin, memanipulasi fotografi digital, menyusun halaman web, menganalisis data statistik, memonitor tanda-tanda vital pasien di rumah sakit, membantu manajemen lalu lintas kendaraan, dan sebagainya. Akan tetapi, ketahuilah bahwa sesungguhnya segala kemampuannya komputer tersebut diperoleh dari kemampuannya memanipulasi perhitungan untuk berbagai keperluan. Lebih spesifiknya, kemampuan logika komputerlah yang dieksploitasi untuk manipulasi perhitungan tersebut.

Jadi, meskipun komputer kini telah merambah berbagai bidang karena mampu melakukan berbagai tugas, komputer tetaplah komputer, sebuah alat hitung. Fungsinya yang beragam itu adalah hasil improvisasi dan inovasi teknologi yang dilakukan manusia terhadap komputer sehingga kemampuannya terus bertambah dan menjadi lebih baik.

B. SEBUAH KEINGINAN BERABAD-ABAD AGAR BISA BERHITUNG CEPAT

Mengapa komputer diciptakan? Jawabannya sebenarnya telah diwakilkan oleh hadirnya sempoa dan mesin hitung lainnya: manusia ingin mampu melakukan perhitungan dengan cepat. Keinginan ini telah berlangsung sejak disusunnya sistem bilangan dan matematika itu sendiri.

Setelah melewati milenium kedua masehi pada tahu 2000, perkembangan komputer begitu cepat berjalan dan telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi baru. Hingga kini, komputer yang kita kenal telah jauh bertranformasi dari komputer yang dikenal orang lima puluh hingga enam puluh tahun yang lalu. Perjalanan waktu setengah abad telah memberi waktu yang cukup untuk mengubah komputer, baik secara fisik maupun secara fungsi menjadi lebih baik dan lebih praktis. Komputer yang dulu diciptakan untuk fungsi yang tak jauh berbeda dengan kalkulator elektronik atau mesin hitung lainnya, kini telah berbuah menjadi sebuah alat yang telah terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.

komputer pada awalnya tak jauh berbeda dengan kalkulator. Meskipun secara wujud fisik ukuran komputer memang lebih besar dari kalkulator tetapi fungsinya sama saja, sebagai alat hitung. Yang membedakan komputer pada masa awal-awal dengan kalkulator elektronik adalah cara penggunaan dan kapasitas penghitungannya. tetapi, sekali lagi, keduanya pada dasarnya sama saja: alat hitung.

Sejarah alat hitung sendiri dimulai sudah berabad-abad lalu. permulaan sejarah alat hitung dapat di telusuri hingga pada munculnya sistem bilangan. Ini karena alat hitung memang diciptakan untuk membantu mempercepat proses berhitung. Akan tetapi, setiap alat hitung memiliki kapasitas dan kemampuan yang berbeda. inilah sebabnya manusia selalu berusaha menciptakan alat yang lebih baik dari alat yang sebelumnya.

Seperti halnya yang telah dijelaskan pada subbab sebelumnya, kepraktisan serta kapasitas adalah hal yang dikejar oleh mesin hitung agar tampak lebih sempurna daripada alat sebelumnya. Sebagai contoh, berangkat dari penggunaan jari tangan sebagai alat hitung, manusia tidak puas dan akhirnya menciptakan alat hitung lain seperti sempoa.

Maksudnya begini: jari tangan mempunyai kapasitas perhitungan hanya sampai nilai 10. Kalaupun ditambah dengan jari kaki, paling-paling jadi 20. Lidi-lidian memiliki kapasitas hitungan yang jauh lebih besar daripada jari tangan karena kapasitasnya, secara teori, tidak terbatas. Tetapi, secara praktikal, kapasitas hitung lidi-lidian (yang secara teori tak terbatas itu) sebenarnya terbatas pada beberapa banyak lidi yang anda sediakan dan bergantung repot atau tidaknya kalau anda harus menyediakan lidi sebanyak itu.

Sebagai ilustrasi, misalkan anda membutuhkan hasil dari perhitungan 5 + 6 - 2, cukup sediakan 5 batang lidi dan sediakan lagi 6 batang lidi lagi, kemudian buang 2 batang. Berapa sisanya? Itulah hasilnya. Nah. sekarang misalkan anda akan melakukan operasi 36.578+18.500-345 dengan lidi-lidian. Sanggupkah anda menyediakan 55.078 batang lidi? Dari ilustrasi inilah, masalah kepraktisan fungsi dipermasalahkan.

Nah, untuk mengatasi alat-alat hitung primitif itu, manusia mencari cara menciptakan sempoa dan kalkulator yang punya kapasitas yang jauh lebih besar, jauh lebih praktis, dan jauh lebih efisien. Akan tetapi, kalkulator dan sempoa pun punya perbedaan masing-masing berikut keunggulan dan kekurangan.




sumber: en.wikipedia.org/wiki/abacus

Gambar 1

Sempoa Cina (abakus) merupakan salah satu alat hitung tradisional


Kalkulator dan sempoa dioperasikan menggunakan jari. kedua alat itu pun harus dipelajari cara penggunaannya. Akan tetapi, Kalkulator umumnya lebih mudah dipelajari dan digunakan sedangkan sempoa punya aturan-aturan khusus. Meskipun keduanya tetap rawan faktor human error, kalkulator punya kecepatan dan akurasi yang lebih tinggi dari sempoa.

Namun, kalkulator, seperti halnya alat yang lain juga memiliki kekurangan, yaitu tidak berdaya tanpa baterai atau solarcell karena kalkulator adalah alat elektronik yang membutuhkan listrik sebagai tenaga. sementara itu, sempoa tidak membutuhkan tenaga eksternal sama sekali kecuali dari tenaga jari-jari tangan yang menggerakannya biji-bijinya. Simpulnnya, setiap alat hitung tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Manusia yang ingin selalu menyempurnakan alat yang digunakannya akhirnya berusaha untuk mengatasi kekurangan tersebut dengan usaha menciptakan alat hitung yang lebih baik, lebih canggih, berkapasitas perhitungan lebih banyak, dan mampu berhitung lebih cepat.

Komputer pun pada hakikatnya seperti itu. komputer yang paling canggih sekali pun pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan alat hitung lain, komputer relatif lebih superior karena tidak memiliki kemampuan seterbatas kalkulator, sempoa, atau jari tangan. Ini karena komputer memiliki kemampuan diprogam ulang. Inilah kemampuan kunci dari komputer sehingga mampu melebihi kalkulator dan alat hitung lain. Kemampuan ini memang dianugerahkan kepada komputer agar dapat menggantikan atau setidaknya melaksanakn tugas perhitungan yang lebih rumit dari alat hitung lainnya.

Oleh karena komputer sangat erat hubungannya dengan pemrogaman dan otomatisasi, tidak salah jika disebut bahwa sejarah kemunculan komputer dipicu oleh dua teknologi yang berbeda: mesin hitung otomatis dan teknik pemrogaman. Pada tahun 1837, Charles Babbage memperkenalkan konsep sebuah komputer mekanis yang dapat diprogam ulang. Oleh karena keterbatasan dan kecenderungan Babbage untuk terus mengubah dan mengutak-atik ulang desain mesinnya menyebabkan mesin tersebut tak pernah diselesaikan.

Pada akhir dekade 1880-an, Herman Hollerith menemukan cara merekam data dari sebuah mesin pada suatu medium. Setelah melakukan percobaan berulang-ulang kali dengan pita kertas, akhirnya ia beralih pada kartu berlubang. Untuk mengolah kartu-kartu berlubang tersebut, ia menciptakan alat yang disebut tabulator serta mesin keypunch. Ketiga penemuan inilah yang mengawali industri pemrosesan informasi modern. Mesin ini menunjukkan kegunaannya pertama kali dan dalam skala besar pada sensus Amerika Serikat tahun 1890. Pengoperasiannya dilakukan oleh perusahaan Hollerith Company, perusahaan yang menjadi cikal bakal IBM.

Hingga akhir abad ke-19, berbagai penemuan lain yang penting sebagai pondasi teknologi informatika modern mulai menyusul bermunculan: kartu berlubang, aljabar Boolean, tabung vakum (katup termionik), dan teleprinter. Sepanjang paruh pertama abad 20, alat hitung yang mendominasi adalah alat hitung analog yang berupa sistem mekanis, elektris, atau mekanis-elektris. Sayangnnya, alat-alat tersebut belum dapat diprogram dan masih memiliki tingkat akurasi yang belum menyamai komputer digital.

Berdasarkan rentang generasi di dalam sejarahnya, computer dapat dibedakan menjadi empat generasi.

1. Komputer generasi pertama ditandai dengan munculnya komputer mekanik-elektrik serta komputer-komputer yang menggunakan komponen tabung vakum. Contoh komputer generasi ini adalah komputer Atanasoff-Berry, Zuse Z3, dan ENIAC. Karakteristik utama komputer generasi pertama adalah ukurannya sangat besar. Komputer seperti ENIAC dan Havard Mark I bahkan menyita satu ruangan penuh untuk peralatan komputer tersebut. Masalah lainnya adalah panas yang ditimbulkan serta daya listrik yang tidak sedikit. Selain itu, komponen tabung vakum sangat rentan rusak dan harus sering diganti. Masalahnya, satu computer memiliki ribuan tabung vakum yang bisa memenuhi satu ruangan. Penggantian satu komponen bukanlah hal yang mudah.

2. Komputer generasi kedua ditandai dengan penemuan transistor. Komponen elektronik ini akhirnya diterapkan pada arsitektur komputer untuk mengganti tabung vakum yang tidak praktis. Akibat paling signifikan dari penerapan transistor pada komputer adalah berkurangnya secara drastis ukuran komputer dari yang awalnya bisa memakan satu ruangan menjadi sebesar meja kerja.

3. Komputer generasi ketiga ditandai dengan munculnya teknologi fabrikasi suatu rangkaian elektronik kecil di dalam kemasan chip. Rangkaian elektronik tersebut dikenal sebagai integrated circuit atau IC. Penerapan IC untuk komputer mengakibatkan ukuran komputer semakin mengecil hingga bisa diletakkan di atas meja kerja. Penemuan IC juga membuka gerbang pada penemuan komponen komputer yang lebih canggih: mikroprosesor.

4. Komputer generasi keempat ditandai dengan mulainya penerapan mikroposesor pada sistem komputer. Oleh karena ukurannya yang kecil, ukuran komputer akhirnya mencapai ukuran idealnya untuk dimiliki oleh masyarakat luas dirumah masing-masing. Konsep inilah yang melahirkan istilah PC atau personal computer ‘komputer pibadi’. Contoh komputer pada masa ini adalah komputer IBM.





Gambar 2

IBM PC 5100, salah satu computer generasi keempat yang telah menggunakan mikroskoper intel 8088 yang bekerja pada kecepatan 4.77 MHz dan dirilis pada tahun 1981

Perjalanan sejarah komputer dalam wujud alat hitung elektronik dimulai dari kalkulator elektronik. Komputer memang keturunan langsung dari kalkulator elektronik karena secara konsep sistem, komputer – bahkan komputer modern pun – memiliki struktur sistem yang mirip dengan komputer. Sebaliknya, kalkulator pun, semakin modern, semakin mirip dengan komputer.

Ini karena pada masa-masa awal pengembangannya, fungsi keduanya tak jauh berbeda. Perbedaan dasar antara komputer dengan kalkulator pada masa itu adalah kemampuan komputer untuk diprogram sedangkan kalkulator tidak.

Agar suatu perhitungan dapat diproses, penggunaan harus memasukkan notasi perhitungan tersebut ke kalkulator dengan menekan tombol-tombol yang bersangkutan, hasil perhitungan akan muncul di layar kalkulator. Akan tetapi, jika pengguna ingin melakukan perhitungan berikutnya, pengguna harus memasukkan lagi notasi perhitungan. Yang menjadi masalah adalah, jika ada banyak perhitungan dengan pola yang sama tetapi memiliki vaiabel yang berbeda. Pengguna harus memasukkan ulang notasi perhitungan tersebut, satu per satu, agar hasilnya pun bisa keluar satu per satu.

Di kasus semacam inilah, komputer dibutuhkan. Penggunaan program komputer tentunya sangat membantu pengguna untuk menyelesaikan perhitungan yang banyak dan dengan pola yang mirip semacam itu. Pengguna cukup membuat program perhitungan, kemudian menyimpannya di memori. Selanjutnya, pengguna tinggal memasukkan variabel-variabel untuk perhitungan tersebut. Hasilnya, akan di keluarkan oleh komputer secara sekaligus. Inilah yang disebut otomatisasi atau pemrogaman (perhitungan).

Pada awal abad 20, kalkulator mekanis yang digerakkan dengan tuas banyak beredar di pasaran. Kalkulator tangan mekanis, seperti cina, juga menjadi popular karena ukurannya yang kecil dan penggunaannya yang praktis (untuk ukuran masa itu).


Gambar 3

Kalkulator Curta, contoh kalkulator mekanis yang popular di awal abad 20


Pada masa Perang Dunia II-lah komputer elektronik mulai dikembangkan untuk keperluan perhitungan dalam perang. Komputer-komputer tersebut digunakan untuk menghitung tabel balistik artileri, menghitung skala peta, membantu perhitungan navigasi, dan sebagainya.


C. PERMULAAN KOMPUTER ELEKTRONIK





Gambar 4

Alan Mathison Turing, ahli matematika dari inggris yang juga bekerja sebagai pemecah pesan tersandi jerman pada perang dunia II, dikenal sebagai Bapak Ilmu Komputasi dan Kecerdasan Buatan.


Pada tahun 1936, Alan turing, seorang jenius pemecah sandi jerman pada perang dunia II dari inggris, melakukan formalisasi konsep algoritma dan perhitungan dengan mesin Turing. Inilah yang menjadi cikal bakal sistem komputer digital elektronik.





Gambar 5

Komputer Atanasoff-Berry buatan John Atanasoff dan Clifford Berry


Pada tahun 1937, John Atanasoff, profesor fisika dari lowa state college bersama asistennya, Clifford Berry membangun sebuah alat hitung digital biner elektronik. Mesin tersebut tidak dapat diprogram ulang karena hanya diperuntukkan bagi perhitungan sistem persamaan linear. Komputer tersebut menjadi salah satu alat hitung digital biner elektronik pertama di dunia. Mesin ini menggunakan komputasi bebasis tabung vakum, bilangan biner, serta memori kapasitor regenaratif. Penggunaan memori regeneratif membuatnya lebih ringkas secara ukuran.

Pada tahun 1941, penemu berkebangsaan jerman yang bernama Konrad Zuse membangun mesin hitung elektromekanikal yang disebut “mesin Z”. Mesin Z3 adalah sebuah mesin hitung yang menggunakan operasi aritmatika biner, aritmatika floating poin, dan dapat diprogram ulang. Pada tahun 1998, Mesin Z3 telah dibuktikan memenuhi syarat “Kelengkapan Turing” (Turing complete).




Gambar 6

Replika mesin Z3 buatan Konrad Zuse yang disimpan di Deustches Museum di Munich


Pada tahun 1943, kerajaan inggris membangun sebuah sistem komputer yang bernama colossus. Proyek ini adalah proyek rahasia selama Perang Dunia II. Komputer ini dapat diprogram ulang (meskipun terbatas) dan mendemonstrasikan bahwa sebuah perangkat yang terdiri atas ribuan tabung vakum dapat diandalkan dan diprogram ulang. Komputer ini digunakan untuk memecahkan sandi-sandi perang jerman selama Perang Dunia II.




Gambar 7

Komputer Colossos Mark II buatan inggris sedang dioperasikan


Pada tahun 1944, Universitas Harvard membangun komputer pertama mereka, Mark I. Komputer ini bernama panjang IBM Automatic Sequence Controlled Calculator (ASCC). Komputer elktro-mekanikal ini di rancang oleh Howard H. Aiken, dibangun di IBM, kemudian dikirim ke Harvard pada bulan februari 1944. Tugasnya adalah membantu pekerjaan perhitungan di Biro Perkapalan Angkatan Laut Amerika Serikat





Gambar 8

Howard H. Aiken


Komputer ini dinilai sangat handal dan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan komputer-komputer pendahulunya. Oleh karena itulah, kelahiran komputer ini dijadikan titik awal mula sejarah komputer modern dan "permulaan abad komputer". ASCC Mark I dibangun dengan 765.000 komponen seperti saklar, relay, batang berputar, kopling. Ia juga menggunakan ratusan mil kabel serta berbobot berbobot total 4,5 ton.

Komputer Mark I dilanjutkan pengembangannya dengan Harvard Mark II (pada 1948), Mark III/ADEC (pada september 1949), dan Harvard Mark IV (pada 1952). Semua komputer seri Mark tersebut adalah hasil rancangan Aiken, Komputer Mark II adalah hasil peningkatan dan pengembangan spesifikasi dari Mark I sehingga desainnya tidak terlalu banyak mengalami perubahan dari Mark II (masih menggunakan komponen elektro-mekanik). pada komputer Mark III, hampir seluruh komponennya menggunakan komponen elektronik seperti tabung vakum dan dioda kristal. Komputer Mark IV telah menggunakan komponen elektronik sepenuhnya.

Pada tahun 1946, Laboratorium Riset Balistik Amerika Serikat membangun Komputer ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Computer). Komputer ini menjadi komputer elektronik serbaguna pertama. Komputer digital ini memenuhi syarat Kelengkapan Turing dan dapat diprogram ulang untuk menyelesaikan berbagai macam soal perhitungan.

ENIAC digunakan untuk menghitung tabel penembakan artileri untuk Laboratorium Riset Balistik Amerika Serikat. Ketika diperkenalkan pada 1946, media massa Amerika menjulukinya "Otak Raksasa". Ia diklaim mampu melakukan perhitungan dengan kecepatan seribu kali lebih cepat daripada mesin hitung elektro-mekanikal lain. Kemampuan perhitungan cepat ini, ditambah kemampuannya diprogam ulang, membuat para ilmuan dan industrialis gempar.

Desain dan konstruksi ENIAC dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat selama Perang Dunia II. Konstruksinya dimulai pada 1943 dan dijadikan proyek rahasia yang dikerjakan oleh Moore School of Electrical Engineering University of Pensylvania. Proyek tersebut diberi kode "project PX". Mesin yang telah selesai diumumkan pada publik pada 14 februari 1946.

ENIAC adalah komputer modular, terdiri atas panel-panel yang memiliki fungsi dan tugas masing-masing. Dua puluh dari modul-modul tersebut adalah akumulator yang bukan hanya dapat melakukan operasi penambahan dan pengurangan tetapi juga mampu menyimpan bilangan desimal sepuluh angka di memorinya. Nomor-nomor ini dilewatkan ke berbagai unit modul lain melalui bus-bus, atau tray. Untuk memperoleh kecepatan yang tinggi, panel-panel modul tersebut dapat menerima input bilangan, menghitungnya, menyimpan jawabannya, dan memulai operasi yang baru. Salah satu keunggulannya yang lain adalah "percabangan", ENIAC mampu melakukan suatu operasi lain berdasarkan hasil perhitungan yang dihasilkan sebelumnya.

Selanjutnya, para pengembang ENIAC pun menemukan kelemahan-kelemahan ENIAC. Mereka kemudian membuat desain komputer baru yang lebih fleksibel dan elegan. Rancangan tersebut dikenal sebagai arsitektur program tersimpan (stored program architecture) atau arsitektur von Neumann. Desain ini pertama kali dikemukakan oleh Jhon Von Neumann pada karya tulisnya yang bejudul First Draft of a Report on the EDVAC, diterbitkan pada 1945.

Hampir semua komputer modern mengimplementasikan arsitektur program tersimpan. Bahkan karakter tersebut menjadi bagian dari deskripsi kata computer. Meskipun kini teknologi yang digunakan pada komputer sudah jauh berubah dari komputer buatan 1940-an, arsitektur von Neumann masih banyak digunakan.

Komputer-komputer masa lalu menggunakan tabung vakum sebagai komponen elektronik sepanjang dekade 1950-an. Pada dekade 1960-an, komputer-komputer tabung vakum ini digantikan oleh mesin yang berkomponen transistor karena lebih kecil, lebih cepat, biaya produksinya lebih murah, membutuhkan tenaga listrik yang lebih irit, serta lebih handal. Komputer transistor pertama didemonstrasikan pada University of Manchester di tahun 1953.

Pada dekade 1970-an, teknologi IC (integrated circuit) telah diimplementasikan pada komputer. Teknologi ini dilanjutkan dengan pengembangan mikroprosesor, seperti intel 4004. Lompatan teknologi ini telah memperkecil ukuran dan biaya produksi komputer. selain itu, kecepatan dan kehandalan komputer pun semakin meningkat. Pada akhir dekade 1970-an, peralatan elektronik sehari-hari deperti video recorder telah disisipkan komputer kecil yang disebut sebagai microcontroller. komponen semacam ini juga muncul sebagai pengganti pengendali mekanis di mesin-mesin rumah tangga seperti mesin cuci.

Teknologi integrated circuit kemudian membuka gerbang bagi pengembangan teknologi mikroprosesor. Mikroprosesor pertama di dunia diciptakan oleh tiga proyek berbeda dan selesai pada waktu yang hampir bersamaan: prosesor 4004 dari intel, TMS 1000 dari Texas Instrument, dan Central Air Data Computer (CADC) dari Garrett AiResearch. Akan tetapi, intel 4004-lah yang dikenal luas sebagai mikroposesor pertama di dunia.

Penerapan mikroposesor ke dalam sistem komputer menandai telah melangkahnya generasi komputer ke generasi selanjutnya: komputer generasi keempat. Intel 4004 pertama kali diiklankan pada November 1971. Prosesor ini adalah hasil proyek yang dikerjakan pada tahun 1969. Sebuah perusahaan kalkulator elektronik dari jepang, Busicom, memesan chipset untuk kalkulator performa tinggi pada intel.


D. ERA PROSESOR MULTICORE

Multicore processor atau prosesor berinti banyak adalah sebuah komponen prosesor yang memiliki dua atau lebih unit penghitungan (yang disebut sebagai core 'inti'). Sebuah komponen prosesor berarti inti-inti prosesor tersebut dikemas dalam satu chip IC.

Pertama kalinya prosesor multicore dibuat oleh IBM pada tahun 2001. IBM membuat prosesor POEWR4 yang dikemas dalam konfigurasi MCM (multi chip module). Kemasan chip prosesor tersebut membungkus empat inti prosesor POWER4 dengan 128 MB L3 ECC per MCM. Penulis menduga tak banyak yang mengetahui tentang prosesor POWER4 ini karena di indonesia sendiri, tren multicore dimulai pada tahun 2005, ketika AMD berhasil mengalahkan telak intel dalam "perang prosesor tercepat".

Akan tetapi, popularitas sebenarnya untuk prosesor multicore pada pasar prosesor desktop dimulai pada tahun 2005. Ketika itu, tren prosesor masih menganut mitos gigahertz. Makin tinggi clock speed suatu prosesor, prosesor tersebut dianggap makin cepat. Sayangnya, intel sendiri, si pembuat mitos tersebut, mengalami kebingungan karena pada masa itu, prosesor intel pentium 4 "prescott"-nya yang berasitektur NetBurst hanya mampu bekerja pada kecepatan maksimal 3,4 GHz. Imtel tidak dapat membuat prosesor lebih dari kecepatan itu karena faktor panas.

Intel melakukan berbagai inovasi dan mengakali kelemahan ini dengan berbagai cara. salah satunya adalah kembali pada kemampuan hyper threading, sebuah kemampuan prosesor intel berinti satu melakukan dua prosesor secara simultan sehingga seolah-olah memiliki dua inti.

AMD melihat kesempatan tersebut untuk menantang intel pada perang persaingan prosesor. AMD merilis Ahtlon 64X2 yang berinti ganda (dual core) pada April 2005. Intel menjawab tantangan tersebut dengan mengeluarkan pentium D. Pada masa-masa awal, prosesor AMD, secara performa kalkulasi mampu mengalahkan pentium D. Salah satu penyebabbnya karena arsitektur pentium D yang menggunakan FSB untuk komunikasi antar-CPU prosesor tersebut. Sayangnya, bandwith FSB yang terbatas pada 6,4 GB/s pada FSB 800 MHz. AMD menggunakan on-die bus dan teknologi HyperTransport sehinnga kedua inti prosesor dapat berkomunikasi langsung tanpa harus melewati jalur FSB.

Kini, perang antara intel dan AMD telah berarah pada pengembangan prosesor multicore. Intel telah memproduksi prosesor berinti empat dan enam. Bahkan, AMD sedang mengerjakan proyek mikroprosesor delapan intinya.

No comments:

Post a Comment