Qlapa untuk indonesia - Birru . Net

Qlapa untuk indonesia

Share This

Untuk merayakan HUT RI ke-73, Google memperkenalkan aplikasi karya anak bangsa yang menarik perhatian: Qlapa. Aplikasi yang mendukung industri kerajinan tangan lokal dengan menyediakan platform yang bisa dituju oleh peminat maupun penjual kerajinan tangan Indonesia.
Simak kisahnya berikut ini:

Dibangun atas dasar kepedulian
Berawal dari perjalanan Benny Fajarai (founder Qlapa) ke Bali, ia merasa terkesima dengan keragaman dan kualitas kerajinan tangan pengrajin lokal. Namun Benny menemukan banyaknya masalah yang menghambat pengrajin lokal mengembangkan usahanya. Mulai dari masalah permodalan, minimnya penguasaan teknologi, hingga keterbatasan pengetahuan untuk memasarkan produk. Hal inilah yang menginspirasinya mendirikan Qlapa di tahun 2015. Benny berharap Qlapa dapat bermanfaat bagi banyak orang, seperti layaknya buah kelapa yang bisa dimanfaatkan disetiap bagiannya.

Tantangan dalam menjalankan Qlapa
Menjalankan Qlapa pun memiliki tantangan tersendiri. Karakter penjual yang beragam dan kesiapan mental UMKM sempat menyebabkan turunnya jumlah penjual di Qlapa. Ditambah lagi, Qlapa juga perlu bersaing dengan produk impor yang diminati oleh masyarakat Indonesia. "Dibutuhkan komitmen besar untuk bersaing dengan produk import. Oleh karena itu Qlapa selalu menjaga kualitas melalui seleksi produk yang ketat dan edukasi pengrajin agar siap bersaing di pasar." ujar Benny.

Qlapa mendukung pengrajin lokal
Saat ini Qlapa membantu lebih dari 4000 pengrajin lokal meningkatkan penjualan secara online dengan membantu memasarkan produk ke pasar yang lebib luas. Lebih dari 130.000 produk lokal dari pengrajin terpilih tersedia disini. Mulai dari kain batik khas Ciwaringin, gelang etnik, nampan tangkai bubut, keranjang anyaman purun, hingga hiasan dinding makrame bisa kamu temukan disini.

Tips menggunakan aplikasi Qlapa
Ingin produk kerajinan tangan yang memiliki namamu? Temukan produk dengan label 'Customizable'. Beberapa produk berbahan kulit bisa kamu personalisasi dengan ukiran nama.

No comments:

Post a Comment