Pengertian prosesor dan sejarah beberapa merk prosesor - Birru . Net

Pengertian prosesor dan sejarah beberapa merk prosesor

Share This



Prosesor

Setelah motherboard, (klik disini jika belum membaca apa itu motherboard) komponen utama lainnya dari sistem komputer adalah prosesor. Prosesor adalah otak dari segala kecanggihan komputer. Pada dasarnya, secara teknis, komponen ini bertugas melakukan kalkusai, operasi logika, dan pengambilan keputusan berdasarkan flowchart yang telah diprogramkan. Secara umum, komponen inilah yang mengolah data. memberi instruksi kepada komponen lain yang tersambung dengan sistem, serta mengendalikan hardware yang terhubung dengan motherboard.

1. Prosesor, Mikroprosesor, dan CPU

Belakangan ini, istilah prosesor, mikroprosesor, dan CPU sering ditukar-tukarkan penggunanya. Akan tetapi, manakah yang benar? prosesor, mikroprosesor, atau CPU? ketiga istilah ini memang sering dirujukkan pada satu benda yang sama. Lebih parahnya, diindonesia, masyarakat awam mengenal benda ini dengan satu nama: Pentium. Untuk meluruskan kesesatan istilah ini dan untuk mempermudah pemahan, berikut ini adalah penjelasan mengenai ketiganya.

Prosesor atau lengkapnya mikroprosesor adalah komponen sistem komputer yang berupa chip yang mengemas CPU, memori internal prosesor, dan clock generator. CPU sendiri adalah singkatan dari central processing unit. Secara teknis, CPU adalah komponen komputer yang bertugas melaksanakan instruksi dari program komputer serta bertugas melakukan komputasi atau pengolahan data lainnya. CPU melaksanakan tiap instruksi yang berupa aritmatika dasar, logika, serta operasi input-output sistem secara berurutan.


2. Sejarah Beberapa Merk Prosesor

a. Intel



Siapa yang tak kenal Intel? Di indonesia, merk intel sebagai pembuat mikroprosesor telah dikenang dan dikenal oleh para pengguna komputer sebagai prosesor terbaik untuk PC mereka. Bahkan, masih banyak pengguna komputer dan masyarakat awam yang menganggap bahwa pembuat prosesor hanyalah Intel. Tak heran, jika banyak pula orang yang ketika bertanya spesifikasi komputer, pertanyaan yang muncul adalah, "komputernya pentium berapa?"

Intel pertama kali didirikan pada 1968 di Mountain View, California, oleh Gordon E. Moore dan Robert Noyce. Moore adalah seorang ahli kimia dan fisika yang kemudian terkenal dengan Hukum Moore-nya sedangkan Robert Noyce adalah seorang ahli fisika yang menjadi pendamping penemu integrated circuit atau IC. Mereka mendirikan intel setelah mereka meninggalkan Fairchild semi conductor. Nama intel sebenarnya berasal dari singkatan Integrated Electronics. Namun, banyak yang salah mengartikan bahwa Intel berasal dari kata intelligence.

Intel memulai bisnis mereka sebagai pembuat chip memori. Segmen bisnis itu terus dijalankan oleh Intel hingga tahun 1981, bahkan setelah Intel menciptakan mikroprosesor pertama di tahun 1971.



Gambar 1

Prosesor Intel 4004


Prosesor pertama yang diproduksi oleh Intel adalah Intel 4004 yang pada awalnya dibuat eksklusif untuk memenuhi permintaan sebuah perusahaan kalkulator elektronik dari jepang, Busicom. Busicom kemudian melepaskan lisensi terhadap prosesor Intel 4004 kembali ke Intel kecuali untuk penggunaannya pada kalkulator elektronik. Bersama para perancang Intel 4004, Intel terus mengembangkan mikroprosesornya dan mencapai desain baru, yaitu Intel 8080.

Setelah mulai populernya PC IBM yang membawa prosesr Intel sebagai inti di dalam sistem mereka, Intel pun mulai dikenal sebagai produsen mikroprosesor. Dari sinilah mereka terus berusaha mempertahankan dominasi mereka terhadap pasar mikroprosesor.

Sepanjang dekade 1990-an, Intel menginvestasikan banyak sekali dana untuk membiayai berbagai proyek dan program pengembangan desain mikroprosesor. Inilah yang menyebabkan cepatnya perkembangan teknologi mikroprosesor secara khusus dan komputer personal secara umum sepanjang dekade 1990-an. Pada masa ini pula, Intel telah menjadi produsen prosesor yang mendominasi pasar dan diketahui menggunakan berbagai strategi dan metode pemasaran yang agresif serta terkadang ilegal untuk mempertahankan keadaan tersebut. Inilah yang memicu perseteruan dan persaingan dengan rival bebuyutannya: Advanced Micro  Devices.

Di indonesia, Intel juga dikenal sebagai market leader industri prosesor. Sayangnya, yang terjadi di indonesia kadang lebih ekstrem. Tak banyak orang yang asing dengan prosesor AMD, apalagi prosesor VIA. Ini terlihat ketika orang awam bertanya pada penjual komputer, "komputernya pentium berapa?". Padahal, belum tentu juga komputer yang ditanyakannya itu berprosesor Intel.

Prosesor Intel yang dikenal di pasaran adalah seri pentium yang dimulai dengan Intel Pentium I, Pentium II, Pentium III, dan Pentium IV. Sebelum seri Pentium, para pengguna komputer di dekade '90-an pasti mengenal prosesor Intel seri 8086, 80286, 80386, dan 80486. Di antara anggota seri Pentium, Pentium III dan Pentium IV adalah prosesor yang masa penggunaannya paling panjang. Pentium IV bahkan melahirkan berbagai prosesor baru yang spesifikasinya berbeda dari Pentium IV. Prosesor-prosesor tersebut antara lain Intel Pentium D, Intel Pentium 4 HT, dan Intel Extreme Edition.

Setelah seri Pentium berakhir di generasi Pentium IV, Intel melanjutkan produksi prosesornya ke arah tren dual core dengan memproduksi Intel Pentium D dan Celeron D. Pada tahun 2006, Intel merilis Intel Pentium Dual Core yang dilanjutkan dengan Intel Core 2 Duo. Kini, setelah tren multicore prosesor beranjak ke angka yang lebih tinggi, Intel memiliki prosesor Core 2 Quad yang memiliki empat inti prosesor, serta seri i3, i5, dan i7. Di segmen prosesor server, Intel masih mempertahankan Intel Xeon dan Intel Itanium. Di segmen prosesor mobile, Intel telah menghentikan produksi seri Intel M (Mobile) dan melanjutkannya dengan Intel Atom.

b. Advanced Micro Devices


Inilah "musuh bebuyutan" Intel dalam industri mikroprosesor. Advanced Micro Devices atau sering disingkat AMD adalah satu-satunya pesaing tergigih Intel yang sejak dulu dicap sebagai pengekor Intel. Reputasi pengekor memang tidak salah untuk diberikan karena pada masa itu prosesor buatan AMD banyak yang meniru konstruksi arsitektur prosesor Intel. Setelah melepas kebiasaan tersebut dan menjadi lebih mandiri, sekarang rupanya AMD telah bangkit menjadi sebuah produsen mikroprosesor yang keberadaannya sangat diperhitungkan oleh Intel. AMD kini bahkan mampu berkali-kali mengalahkan Intel dalam berbagai adu uji prosesor.

Advanced Micro Devices didirikan pada 1 Mei 1969 oleh sekelompok mantan pejabat dari Fairchild Semiconductor, antara lain Jerry Sanders III, Ed Turney, John Carey, Sven Simonsen, Jack Gifford, dan tiga anggota lainnya dari tim Gifford: Frank Botte, Jim Giles, dan Larry Stenger. Perusahaan tersebut memulai debutnya sebagai produsen chip logika.

Mereka kemudian memasuki bisnis produksi chip RAM pada tahun 1975. Di tahun yang sama, AMD memperkenalkan prosesor mereka yang berupa kloningan hasil reverseengineering dari mikroprosesor Intel 8080. Pada masa-masa ini pula, AMD merancang dan memproduksi beberapa komponen prosesor bit-slice yang digunakan pada beberapa rancangan minikomputer



Gambar 2

Prosesor AMD 8080 (1997)


Setelah itu, AMD berusaha mengubah tren instruksi prosesor dengan menggunakan set instruksi RISC (Reduced Instruction Set Computing) pada prosesor AMD 29K. Mereka juga mulai merambah segmen grafis dan perangkat audio serta memori EPROM. Chip prosesor AMD 29K rupanya dapat bertahan di pasar embedded processor sedangkan cabang usahanya, AMD Spansion, berlanjut sebagai pemimpin di industri flash memory.

AMD kemudian memutuskan untuk beralih strategi dan berkonsentrasi pada produksi memori flash serta chip prosesor yang kompatibel dengan prosesor Intel. Inilah yang kemudian menempatkannya sebagai rival Intel dan menjadi musuh bebuyutan dalam perang pasar industri mikroprosesor di tahun-tahun berikutnya.

Pada Februari 1982, AMD menandatangani kontrak dengan Intel. Dengan ini, AMD menjadi produsen kedua prosesor 8086 dan 8088 yang dilisensi langsung oleh Intel. Pada Mei 2005, AMD mengeluarkan prosesor terbarunya, AMD Athlon 64 X2. Prosesor tersebut dirilis untuk menantang prosesor tercepat Intel kala itu, Pentium Extreme Edition. Ini membuat Intel gerah dan akhirnya mengembangkan pula prosesor dual core (berinti ganda).

AMD dikenal oleh para pengguna komputer sebagai CPU yang optimal untuk orientasi gaming. Selain itu, AMD dikenal sebagai prosesor ekonomis dengan kemampuan yang setara dengan AMD.

Pada dekade 90-an, ketika AMD masih menjadi pengekor Intel, AMD memang dikenal sebagai prosesor murah meriah. Maka dari itu, AMD pernah dicap sebagai prosesor untuk komputer murahan. Akan tetapi, kini setelah AMD membuktikan kesaktian prosesornya yang berkali-kali dapat mengalahkan prosesor Intel, para pengguna kompter pun perlahan-lahan menghapus image kasta rendah terhadap prosesor AMD dan mulai meliriknya sebagai prosesor untuk komputer-komputer kelas atas.

Permasalahan utama prosesor AMD yang dikenal oleh kebanyakan orang adalah panas yang dihasilkan oleh prosesornya. Meskipun prosesor AMD modern yang diproduksi dewasa ini telah mampu meminimalisasi output panasnya, prosesor-prosesor AMD zaman dahulu dikenal cepat panas dan butuh pendinginan ekstra. Tak aneh, sebab AMD sejak dahulu dikenal pula sebagai prosesor yang telah "di-overclock" dari pabriknya. Maksud overclock disini adalah spesifikasi dan performa AMD yang memang tekah dioptimalisasi dari pabrik. Di masa lalu, prosesor AMD diset untuk kecepatan yang lebih tinggi daripada spesifikasinya yang sama pada prosesor lain.

Di masa-masa awalnya, AMD memproduksi prosesor-prosesor kloning dari prosesor Intel. Prosesor tersebut adalah hasil reverse engineering. Akan tetapi, perlahan AMD menyusun desain sendiri untuk prosesor-prosesornya. Kini, terbukti AMD mampu menyaingi Intel dengan berbagai prosesor rancangan sendiri.

Di pasar prosesor desktop, AMD pernah populer dengan seri Duron dan Athlon. Kini, seri Duron telah ditinggalkan, namun seri Athlon terus dikembangkan hingga mencapai seri Athlon II X2. Selain Athlon, AMD kini memiliki seri Phenom dan Phenom II untuk rival Intel Core. Di segmen value processor (prosesor  ekonomis), AMD masih mempertahankan AMD Sempron sebagai rival Intel Celeron. Di segmen prosesor mobile, AMD memiliki seri Turion yang diposisikan sebagai penantang Intel Mobile. Kini AMD bahkan telah menyiapkan AMD Fusion untuk menantang Intel Atom. Di segmen prosesor server, AMD masih mempertahankan dan mengembangkan seri Opteron untuk bertarung dengan Intel Xeon.

c. VIA



VIA adalah singkatan dari Very Innovative Architecture. VIA pernah menjadi salah satu produsen prosesor yang dikenal di dunia. Sayangnya, setelah kebangkitan AMD di awal milenium 2000, VIA perlahan-lahan ketinggalan teknologi, kehilangan pasar, dan akhirnya "mengundurkan diri dari dunia persilatan".

Pada tahun 1983, perusahaan ini didirikan dari Symphony Company di Silicon Valley oleh Wen Chi Chen. Dia pernah bekerja di Intel sebelum akhirnya bergabung dengan Symphony dan kemudian menjadi CEO Symphony. Lantas pada tahun 1997, Chen memindahkan para pegawai Symphony ke Taiwan untuk memulai produksi chip.

Chip prosesor yang dikenal dari VIA antara lain Cyrix, C3, dan C4. Keempat prosesor tersebut dikenal sebagai prosesor berkonsumsi daya rendah, murah dan ekonomis. Akan tetapi, bagi kebanyakan konsumen yang lebih mementingkan performa dan kecepatan, ketiga prosesor tersebut sering dipandang sebelah mata dan dianggap sering dicap "lemot". Konsumen di masa itu lebih rela membeli prosesor-prosesor yang harganya lebih mahal dengan performa yang lebih baik ketimbang membeli prosesor VIA dengan segala keekonomisannya. Oleh karena itulah, perlahan tapi pasti, prosesor VIA kehilangan peminat, dan akhirnya dilupakan orang.

Kemudian, keadaan diperburuk setelah mulainya memanasnya perang pasar dan performa prosesor antara Intel dan AMD, VIA sedikit demi sedikit tersingkir dan mulai kehilangan pasar di indonesia. Ini karena sejak awal milenium kedua, para pengguna komputer hanya mengenal dua prosesor untuk komputer mereka: Intel atau AMD. Dan, siapapun pemenang dari prosesor, VIA sudah jelas tertendang dari pasar prosesor (terutama untu komputer rakitan) di indonesia.

3. Spesifikasi Prosesor

Setiap prosesor memiliki kemampuan yang berbeda. Bahkan prosesor dari keluarga yang sama pun memiliki performa yang berbeda karena spesifikasinya yang juga berbeda.

a. Clock Speed

Clock speed atau clock rate adalah kecepatan frekuensi kerja prosesor, satuannya dilambangkan dengan Hertz (Hz), Mega Hertz (MHz), atau Giga Hertz (GHz). Secara teknis, clock speed adalah kecepatan suatu prosesor menyelesaikan siklus proses. Tiap siklus tersebut diukur dengan satuan Hertz. Satu megahertz sama dengan satu juta siklus hertz per detik sedangkan satu gigahertz sama dengan satu milyar siklus per detik.

Pada masa lalu, Intel selalu berusaha meningkatkan clock speed prosesornya agar tampak semakin cepat. Padahal, parameter yang menentukan kecepatan suatu prosesor bukan hanya itu. Ada spesifikasi-spesifikasi lain yang memengaruhi kinerja prosesor serta kinerja sistem secara keseluruhan. Hingga era Pentium IV, Intel terus mengampanyekan bahwa prosesornya yang mampu bekerja hingga kecepatan 3,4 GHz selalu menjadi yang tercepat. Hal inilah yang dikenal sebagai mitos gigahertz.

b. Cache Memory

Cache memory adalah memori internal yang ditanamkan di dalam kepingan prosesor. Cache memory juga dikenal dengan istilah CPU cache, yaitu ruang penampung yang digunakan oleh central processing unit (CPU) untuk mengurangi durasi akses prosesor ke memori. Ruang penampung tersebut biasanya berkapasitas lebih kecil dan lebih cepat daripada memori sistem. Ia menampung salinan data dari lokasi memori yang sering digunakan. Dengan begitu, setiap kali prosesor membutuhkan data dari memori utama sistem, CPU memeriksa apakah salinan data tersebut terdapat di cache memory. Jika ya, CPU akan membacanya dari memori utama sehingga mengurangi latency kinerja prosesor.

Semakin banyak instruksi dan data yang dapat ditampung oleh cache memory, semakin banyak pula data yang dapat disalin dari memori utama, semakin cepat pula latency arus data yang diolah prosesor, dan secara keseluruhan, semakin cepat pula kinerja prosesor. Maka dari itu, ketika Anda memilih sebuah prosesor, ada baiknya Anda memerhatikan spesifikasi besarnya cache memory prosesor tersebut.  

c. Sistem Rating

Setelah ditinggalkannya "pengukuran" performa berdasarkan kecepatan, pembuat prosesor menggunakan sistem rating untuk menilai performa prosesor mereka. Sistem ini sebenarnya bukan hal yang baru. AMD telah menerapkannya sejak 1996, jauh sebelum Intel memutuskan untuk menggunakannya pula.

Sistem rating - lengkapnya, performance rating - adalah sistem pemberian "skor" berdasarkan performa prosesor (yang juga berdasarkan spesifikasi prosesor itu sendiri). Dengan kata lain, rating adalah "nilai" terhadap kinerja prosesor secara keseluruhan.

Sistem rating adalah sistem yang diperkenalkan AMD pada pertengahan dekade 1990-an sebagai metode untuk membandingkan prosesor x86 mereka dengan prosesor buatan Intel. Sistem ini dimulai pada 1996 ketika AMD menggunakannya untuk menunjukannya pada pasar bahwa prosesor AMD 5x86 mereka dapat bekerja secepat pentium 75 MHz. Tak lama setelah itu, Cyrix juga menggunakan sistem rating untuk prosesor 6x86 serta 6x86MX mereka. Prosesor-prosesor tersebut mampu menjalankan aplikasi kantoran di bawah sistem operasi Microsoft Windows dengan kinerja lebih cepat dari Pentium yang memiliki clock speed sama.

Sistem ini pernah mendapat kritikan dari para pengamat hardware. Salah satunya adalah pengetesan parameter yang tidak lengkap karena hanya mengukur performa kalkulasi semata - yang notabene memang menjadi kelebihan prosesor K5 dan 6x86. Padahal, kedua prosesor tersebut memiliki kinerja floating point (FPU) yang rendah, bahkan jauh dibawah pentium. Meskipun begitu, ada pula pendukung sistem tersebut yang berargumen behwa kebanyakan penggunaa komputer pada masa itu membutuhkan kemampuan kalkulasi integer yang tinggi seperti pengolahan kata, pengolahan data spreadsheet, dan perambanan web. Oleh karena itu, prosesor dengan rating bagus dan berharga murah memberi kesempatan bagi pengguna untuk membeli komponen lain dengan spesifikasi lebih tinggi.

Pada tahun 2000, Intel memperkenalkan keluarga prosesor terbaru mereka, Pentium 4. Intel merancang Pentium 4 agar dapat menjangkau clock speed yang jauh lebih tinggi daripada jangkauan Pentium III. Oleh karena clock speed yang lebih tinggi dari AMD Athlon XP, Intel memasarkan Pentium 4 dengan clock speed sebagai alat pembeda performa antarvarian kecepatan prosesor Pentium 4. Metode pemasaran tersebut bekerja efektif untuk Intel karena mereka memang telah melakukan hal tersebut sejak era Pentium dimulai.

Sayangnya, praktik pemasaran semacam itu telah menyesatkan konsumen. Banyak konsumen yang menyangka bahwa prosesor AMD Athlon XP yang memiliki clock speed lebih rendah daripada Pentium 4 memang lebih lambat dari pada Pentium 4. Pada kenyataanya, jika sebuah Athlon XP dan Pentium 4 yang ber-clock speed sama di adukan, Athlon XP mampu mengalahkan telak Pentium 4 dalam berbagai pengujian (benchmarks).

Oleh karena itulah, sejak Athlon XP, AMD mengembalikan sistem rating yang pernah ditinggalkannya pada akhir dekade 1990-an. Intel pun, setelah tersandung masalah batasan clock speed pada Pentium 4 (yang tidak bisa bekerja lebih cepat daripada 3,4 GHz) meninggalkan penilaian kecepatan berdasarkan clock speed dan beralih ke sistem rating.

Simpulannya, sama seperti yang telah disebutkan pada subbab tentang clock speed, bahwa untuk menilai prosesor mana lebih baik daripada prosesor mana, bukan hanya faktor clock speed. Ada faktor lain seperti besar kapasitas cache memory, jumlah core, kecepatan FSB.

d. Code Name

Tahukah anda bahwa perusahaan membuat prosesor senantiasa membuat kode nama untuk prosesor-prosesornya? Ini bukan sekadar hal iseng, tetapi suatu hal yang penting bagi para pengembang proyek tersebut. Dengan kode nama, para pembuat prosesor dapat membicarakan proyek prosesor mereka tanpa harus menyebut nama prosesor tersebut.

Selain itu, kode nama dapat digunakan untuk mengidentifikasi inti prosesor yang digunakan dalam suatu prosesor. Ini karena dalam satu seri nama model prosesor, bisa saja digunakan inti prosesor yang berbeda. Sebagai contoh adalah prosesor Pentium IV yang dibuat berdasarkan lima inti prosesor: Wilamette, Northwood, Prescott, Galllatin, dan Cedar Mill. Dengan begini, orang-orang, terutama para pembuat prosesor dapat menyebutkan suatu prosesor lengkap dengan hanya spesifikasinya tanpa harus panjang-panjang menyebut nama merk dagang prosesor tersebut karena nama dagang biasanya panjang-panjang.

Dari mana nama-nama ini berasal? Banyak. Kode nama prosesor Intel kebanyakan diambil dari nama-nama lokasi geografis di Amerika Serikat. Deerfield, Foster, Gallatin, Northwood, Montana, Madison, dan McKinley misalnya, adalah nama-nama sungai di Alaska, California, Montana, Massachussets, dan Vermont. Willamette dan katmai adalah nama taman nasional - Willamette terletak di Oregon sedangkan Katmai di Alaska. Tualatin dan Klamath adalah nama suku bangsa Indian yang tinggal di Negara bagian Oregon. 

Nama-nama prosesor AMD pun unik. Nama-nama prosesor AMD modern umumnya diambil dari nama-nama kota di dunia. Paris, Brisbane, Barton, San Diego, Manchester, Palermo, Manila, Toledo, dan Orleans adalah contohnya. Nama prosesor seri K diambil dari kata Kyrptonite, nama mineral fiktif yang menjadi kelemahan superhero superman. Selain itu, AMD kini mulai menggunakan pula nama-nama mobil (terutama mobil sport) seperti Mustang (dari Ford Mustang), Corvette (dari Chevrolet Corvette), Thunderbird (dari Ford Thunderbird), dan Camaro (dari Chevrolet Camaro). Nama Thoroughbred dan Appaloosa bersal dari nama jenis keturunan kuda - nama Mustang juga berasal dari sini. Yang paling unik adalah Chomper, Sharptooth, dan Littlefoot yang berasal dari film Disney yang berjudul Land Before Time.

No comments:

Post a Comment